Dubes Rusia Anggap Tuduhan Agresi ke Ukraina Bohong
Saat ini, semua mata tengah tertuju terhadap Rusia. Penyebabnya adalah pengerahan tentara Rusia ke wilayah Ukraina.Negara Barat menuduh, ini adalah sebagai bentuk nyata intervensi Rusia terhadap Ukraina. Mendengar adanya tuduhan seperti itu, Pemerintah Rusia segera angkat bicara.
"Pernyataan pemerintah baru Ukraina yang mengumumkan dirinya sendiri dan beberapa politikus barat yang menduga ada agresi Rusia terhadap Ukraina, adalah kebohongan yang mutlak," papar Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin, di Jakarta, Rabu (5/3/2014).
"Sebenarnya sekarang ada agresi lain, yaitu agersi ultra nasionalis, neo-fasis dan radikal lain termasuk mereka yang merampas 'kuasa' menentang rakyat Ukraina, termasuk banyak orang Ukraina di sana," tambahnya.
Pernyataan Galuzin itu, didasarkan oleh dukungan negara barat terhadap pembentukan pemerintahan baru di Ukraina. Tak hanya itu menurut Galuzin, Rusia pun mengaku heran kenapa Barat tidak mengkhawatirkan nasib Ukraina. Galuzin meyakini yang diingginkan Barat hanyalah perhitungan mengenai politik saja.
Sampai saat ini, Rusia masih tidak mengakui Pemerintahan sementara Ukraina. Bagi mereka Presiden sah negeri itu masih Viktor Yanukovych.
Yanukovych memimpin Ukraina setelah menang dalam pemilu pada 2010 setelah mengalahkan mantan PM Yulia Tymoshenko. Namun, nahas bagi Yanukovych belum selesai masa jabatannya habis harus dipaksa turun oleh rakyat Ukraina.
Oposisi Ukraina menuduh Yanukovych merupakan orang yang harus disalahkan atas gagalnya Ukraina masuk Uni Eropa. Pihak oposisi menduga pandangan politik dan perdagangan Yanukovych memang condong ke Rusia dibanding dengan Uni Eropa (UE).

Post a Comment