Home » Posts filed under kabar Thailand
Showing posts with label kabar Thailand. Show all posts
Showing posts with label kabar Thailand. Show all posts
Kelebihan Cairan di Tulang Belakang dan Otak, Raja Thailand Dirawat
Saturday, May 21, 2016»internasional,kabar Terkini,kabar Thailand,Kelebihan Cairan di Tulang Belakang dan Otak,News,Raja Bhumibol Adulyadej,Raja Thailand Dirawat || Leave a commentsJunta Militer Thailand Gelar Razia Narkoba
Tuesday, September 9, 2014»internasional,Junta Militer Thailand Gelar Razia Narkoba,kabar Thailand,News || Leave a commentsJunta Militer Thailand Gelar Razia Narkoba
Pemerintah Thailand menggelar razia anti-narkoba di seluruh Bangkok, Selasa (9/9/2014), dengan mengirim puluhan "pecandu" ke pusat-pusat rehabilitasi setelah polisi melakukan tes urin dari pintu ke pintu.Operasi fajar yang digelar polisi dan tentara itu menangkap 22 pengedar kelas teri. Sedangkan 83 orang pengguna dikirim ke pusat-pusat rehabilitasi. Demikian wakil kepala kepolisian Bangkok Ittipon Piriyapinyo.
"Kami menuju tempat-tempat yang menjadi target, yaitu tempat berkumpulnya remaja, lokasi tempat orang menggunakan narkoba dan lokasi para pengedar kecil," ujar Ittipon.
Para tersangka ditangkap di sejumlah kawasan di seluruh penjuru ibu kota Thailand itu setelah mengaku telah menggunakan narkoba atau tidak lolos tes urin.
"Jika mereka tidak mau pergi ke pusat rehabilitasi maka mereka akan disidangkan. Jika mereka pergi secara sukarela maka mereka akan diperlakukan sebagai pasien," tambah Ittipon.
Operasi ini merupakan uji coba sebelum sebuah operasi anti-narkoba jangka panjang digelar yang bertujuan untuk mengirim 900 orang pengguna narkoba ke pusat-pusat rehabilitasi.
Thailand adalah salah satu negara di dunia yang menerapkan hukuman berat untuk kejahatan narkotika, termasuk menerapkan hukuman mati dalam beberapa kasus.
Pemerintah militer Thailand tidak hanya mengincar para pengedar dan pengguna narkoba. Pemerintah mengincar semua kejahatan terorganisi dan sudah melakukan penggerebekan di lokasi-loasi judi ilegal, serta menangkapi para pengelola judi online.
Kabinet Militer Thailand Bertemu Raja Bhumibol
Thursday, September 4, 2014»internasional,kabar Thailand,Kabinet Militer Thailand Bertemu Raja Bhumibol,News || Leave a commentsKabinet Militer Thailand Bertemu Raja Bhumibol
Kabinet baru Thailand bertemu dengan Raja Bhumibol Adulyadej di Bangkok, Kamis (4/9/2014), menandai dimulainya secara formal pemerintahan Thailand yang akan berusia setidaknya satu tahun untuk mempersiapkan pemilihan umum.Mengenakan pakaian militer berwarna putih, Prayuth (60) memimpin kabinetnya menuju Rumah Sakit Siriaj, Bangkok, tempat di mana Raja Bhumibol (86) berada pada saat dia tengah menjalani pemeriksaan medis.
Pemimpin kudeta militer Jenderal Prayut Chan-ocha, yang kini menjabat perdana menteri, telah mengatakan bahwa dia membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk melakukan reformasi yang nantinya akan berujung pada pemilihan umum 2015.
Namun, berbagai pengamat melihat sejumlah tanda yang tampaknya akan menunda sebuah transfer kekuasaan di Thailand.
"Prayuth memiliki sejumlah tugas yang harus dijalankan sementara dia ditunjuk sebagai perdana menteri. Kindisi ini tampaknya akan menjadi alasan kuat bagi dia untuk memperpanjang masa jabatannya sebagai perdana menteri dan memperkuat konsolidasi kekuatan faksi militer yang dipimpinnya," kata Paul Chambers, Direktur Riset Institut Masalah Asia Tenggara di Universitas Chiang Mai.
Sejumlah pengamat mengatakan, pemimpin kudeta ingin mengakhiri pengaruh saudara laki-laki mantan PM Yingluck Shinawatra, taipan telekomunikasi Thaksin Shinawatra, yang juga digulingkan pada 2006.
Kini Thaksin tinggal di pengasingan untuk menghindari hukuman penjara akibat tuduhan korupsi yang ditimpakan kepadanya. Meski demikian, Thaksin masih mendapat banyak dukungan dari rakyat.
Pemerintahan militer yang dibentuk seusai kudeta pada 2006 menyusun konstitusi yang mencoba untuk memberangus dan menghapus pengaruh Thaksin. Namun, upaya itu gagal menghentikan Thaksin dan adiknya, Yingluck, memenangi pemilu pada 2011.
"Para jenderal masih merasa bahwa angkatan bersenjata adalah satu-satunya institusi di Thailand yang mampu untuk mengubah peta politik dan menghapus pengaruh Thaksin," kata Ambika Ahuja, pakar Asia Tenggara di Eurasia Group, lembaga konsultan risiko politik yang berbasis di New York.
Ada 160 Warga Thailand Pastikan Tetap di Libya
Wednesday, August 13, 2014»Ada 160 Warga Thailand Pastikan Tetap di Libya,internasional,kabar Thailand,News || Leave a commentsAda 160 Warga Thailand Pastikan Tetap di Libya
Data termutakhir Kementerian Luar Negeri Thailand menunjukkan ada 160 warganya yang memilih tetap tinggal di Libya. Meskipun, kondisi Libya makin porak-poranda lantaran perang saudara, tulis laman Bangkok Post pada Rabu (13/8/2014).Sampai kini, pemerintah Thailand sudah memulangkan 766 warganya. Sampai kini, masih ada 576 warga Thailand di Libya. Dari jumlah itulah, 160 orang tadi memilih tetap tinggal.
Kementerian itu pun mengatakan 45 warga Thailand yang sudah diberangkatkan dari Libya menuju Thailand melalui Tunisia akan tiba di Bangkok pada Kamis (14/8/2014) sore.
Junta Militer Tahan Yingluck Shinawatra
Friday, May 23, 2014»internasional,Junta Militer Tahan Yingluck Shinawatra,kabar Thailand,News,terkini || Leave a commentsJunta Militer Tahan Yingluck Shinawatra
Mantan perdana menteri Thailand Yingluck Shinawatra, Jumat (23/5/2014), dan sejumlah anggota keluarganya dikabarkan telah ditahan junta militer yang kini mengendalikan negara.Sebelumnya, Yingluck memenuhi panggilan militer untuk melaporkan diri ke sebuah markas angkatan darat di ibu kota Bangkok.
Dia ditahan di markas militer itu selama beberapa jam sebelum kemudian dibawa ke lokasi yang tidak diketahui.
Ini adalah perkembangan terbaru dari krisis politik Thailand yang berujung pada kudeta militer yang terjadi pada Kamis (22/5/2014).
Setelah mengambil alih kekuasaan, militer Thailand kemudian membekukan konstitusi, memberlakukan jam malam, dan mencekal ratusan tokoh politik negeri itu.
Militer juga membubarkan dua kelompok pengunjuk rasa yang selama tujuh bulan terakhir memberikan kontribusi dalam kekacauan politik yang panjang di Thailand.
Awal bulan ini, Mahkamah Konstitusi Thailand memakzulkan Yingluck Shinawatra dari kursi perdana menteri.
Pemerintahan kemudian dijalankan penjabat perdana menteri, tetapi kubu anti-pemerintah masih belum puas dan mendesak senat agar membubarkan pemerintahan lalu menunjuk seorang perdana menteri.




