Skotlandia Gagal Merdeka, Eropa Bernafas Lega

»,,,, || Leave a comments

Skotlandia Gagal Merdeka, Eropa Bernafas Lega

Eropa bernafas lega setelah pada Jumat (19/9/2014), hasil referendum Skotlandia memastikan negeri itu tetap berada di bawah naungan Inggris Raya.
Hasil ini mengurangi kekhawatiran munculnya efek domino Skotlandia ke daratan Eropa dan memupuskan kecemasan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

Sejumlah pemerintah negara-negara Eropa dibuat pusing dengan referendum ini khususnya langkah yang harus diambil untuk menempatkan Skotlandia di Uni Eropa dan NATO.

Selain itu, efek yang paling dikhawatirkan adalah menularnya eforia kemerdekaan ke beberapa wilayah di Eropa misalnya Calatalonia yang kini masih berada di bawah naungan Spanyol.

Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso menyambut baik hasil referendum itu sebagai sebuah dorongan untuk Eropa yang lebih kuat, bersatu dan terbuka. Sebelumnya, Barroso mengatakan Skotlandia merdeka akan sulit bergabung ke Uni Eropa.

Kelegaan juga dirasakan sekretaris jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen dengan mengatakan Inggris Raya yang bersatu bisa memainkan peranan lebih baik di aliansi militer itu di saat menghadapi tantangan terbesarnya yaitu gerak mau Rusia di perbatasan Eropa.

Kemerdekaan Skotlandia bisa memberikan dorongan terhadap gerakan separatis di seluruh Eropa yang tersebar mulai dari wilayah Basque yang berada di perbatasan Spanyol dan Eropa, wilayah Flanders di Belgia, pulau Corsica, venesia di Italia dan Bavaria di Jerman.
$[ 0 comments Untuk Artikel Skotlandia Gagal Merdeka, Eropa Bernafas Lega]$

Post a Comment

 
|January»|»February»|»March»|»April»|»May»|»June»|»July»|»August»|»September»|»October»|»November»|»December|