Protes anti-pemerintah di ukraina dilaporkan semakin memanas. Bentrokan antara demosntrans dengan petugas memicu kerusuhan di Ibu Kota Ukraina, Kiev.
“Kami meminta Negara Eropa menghentikan provokasinya di Ukraina,” ujar Lavrov, seperti dikutip Reuters, Selasa (21/1/2013).
“Banyak Pejabat Eropa yang datang ke ukraina untuk memanaskan gerakan anti-pemerintah. Padahal, pejabat tersebut berasal dari negara yang memiliki hubungan baik dengan Pemerintah Ukraina. Hal ini sama sekali tidak bisa diterima,” lanjut Lavrov.
Protes anti-pemerintah muncul setelah Presiden Ukraina Victor Yanukovich membatalkan kesepakatan perdagangan bebas dengan Uni Eropa (UE) pada tahun lalu. Pengunjuk rasa menuduh Yanukovych ditekan oleh Rusia.
Ukraina memang menjadi rebutan Rusia dan UE. Ukraina selama ini dilihat sebagai halaman belakang Rusia. Namun, kelompok pro-Barat di Ukraina melihat masa depan negara tersebut ada bersama UE.



Post a Comment